الأحد، 9 ديسمبر 2012

Laily Okviati 0411030043
Doni Prasetyo Nugroho 0411030024
Niken utaminingtyas 0711032002
ust another WordPress.com site
•    Home
•    About

1.    Silsilah alat-alat
a.    Inkubator
Inkubator adalah suatu unit/suatu kabinet yang suhunya dapat diatur untuk menyimpan organisme guna tujuan tertentu. Pada prinsipnya sama dengan oven, hanya terdapat sedikit perbedaan yaitu pada inkubator terdapat 2 pintu sedangkan pada oven hanya 1 pintu. Berfungsi untuk menginkubasi mikroba yang diinginkan pada suhu optimum pertumbuhannya.Prinsip kerjanya adalah menginkubasi sesuai suhu yang diinginkan.
b.    Timbangan Elektrik, alat yang fungsinya untuk menimbang suatu muatan yang sangat akurat.
c.    Centrifuge
Centrifugeadalah alat untuk memutar sampel pada kecepatan tinggi, memaksa partikel yang lebih berat terkumpul ke dasar tabung centrifuge. Pemakaian centrifuge yang paling sering adalah untuk pemisahan komponen sel darah dari cairannya sehingga cairannya bisa dipakai untuk pemeriksaan.
d.    Cawan Petri
Cawan Petri atau telepa Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkan sel.Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Cawan Petri dinamai menurut nama penemunya pada tahun 1877, yaitu Julius Richard Petri (1852–1921), ahli bakteri berkebangsaan Jerman.
Alat ini digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakteri, khamir, spora, atau biji-bijian. Cawan Petri plastik dapat dimusnahkan setelah sekali pakai untuk kultur bakteri.
e.    Autoklave
Autoklave yaitu alat yang berfungsi untuk sterilisasi dengan uap panas bertekanan.Alat ini terdiri dari bejana tekanan tinggi yang dilengkapi manometer dan klep bahaya.Otoklaf dipakai untuk sterilisasi medium atau larutan atau alat-alat yang tidak tahan suhu tinggi. Prinsip kerjanya yaitu mensterilkan dengan bantuan uap.Sterilisasi yang menggunakan autoklaf dengan temperatur 121˚C tekanan 1 atm / 0,15 Mpa selama 15-20 menit.
f.    Hot Plate, ialah alat yang fungsinya untuk memanaskan media.
g.    Laminar Air Flow
Laminar air flow (LAF) adalah suatu alat yang digunakan untuk menanamkan eksplan. Dan disebut Laminar Air Flow Cabinet Karena kedalamnya dialirkan angin dengan arah lurus (Laminar) kearah luar agar menghembus spora-spora jamur yang mungkin beterbangan sehingga tidak memasuki botol kultur saat penanaman. Bagian-bagiannya yaitu: lampu UV (ultra violet), lampu neon, filter high efficiency particle absorbent (HEPA), jarum penunjuk atau pengatur kekuatan hembusan angin (Zulkarnaen,2009 :68).
Laminar Air Flow yang digunakan untuk membentuk udara steril dan tetap bersih biasanya terbuat dari bahan besi ataupun kayu (Soetarto, 2008 : 21).
Dalam praktikum tentang laboratorium mikrobiologi yang digunakan yaitu Laminar Air Flow (LAF) merk ESCO.
h.    Oven
Alat ini digunakan untuk sterilisasi alat-alat yang tahan terhadap panas tinggi misalnya cawan petri, tabung reaksi, labu Erlenmeyer, dan lain-lain.Alat ini umumnya dilengkapi termometer. Prinsip kerjanya yaitu mensterilkan dengan bantuan panas dari pijaran api atau listrik.
i.    Vortex
Vortex merupakan peralatan elektronik yang berfungsi untuk mengaduk senyawa kimia yang ada dalam suatu tabung reaksi atau wadah.Tabung reaksi diletakkan pada lubang tempat tabung kemudian menekan tombol power hingga tempat meletakkan tabung bergerak. Dengan adanya tegangan yang diberikan, maka tabung reaksi yang berisi larutan akan tercampur rata. Prinsip kerjanya yaitu menghomogenkan larutan pada satu tabung reaksi.
j.    Inkubator shaker
Incubator shaker, alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol,pada media cair.
k.    Mikroskop
Menurut sejarah orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yangbernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen.Janssen sendiri sehari-harinyaadalah seorang yang kerjanya membuat kacamata.Dibantu oleh Hans Janssenmereka mambuat mikroskop pertama kali pada tahun 1590. Mikroskop pertamayang dibuat pada saat itu mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kalidari ukuran asli.Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei(Italia), untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo mengklaim dririnyasebagai pencipta pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610.Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskopyang dibuatnya diberi nama yang sama dengan penemunya, yaitu mikroskopGalileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebutmikroskop optik.Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki kemampuanterbatas dalam memperbesar ukuran obyek.Hal ini disebabkan oleh limitdifraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis,panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu,mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200nanometer.Setelah itu seorang berkebangsaan belanda bernama Antony Van Leeuwenhoek (1632-1723) terus mengembangkan pembesaran mikroskopis.Antony VanLeeuwenhoek sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional.
Profesi sebenarnya adalah sebagai „wine terster‟ di kotaDelf, Belanda. Ia biasamenggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-seratpada kain. Tetapi rasaingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorangpenemu mikrobiologi.
Istilah mikroskop berasal dari bahasa Yunani, yaitukata micron yang berarti kecil dan scopos yangartinya tujuan. Dari dua pengertian tersebut,mikroskop dapat diartikan sebagai alat yang dibuatatau dipergunakan untuk melihat secara detailobyek yang terlalu kecil apabila dilihat oleh matatelanjang dalam jarak yang dekat. Ilmu yangmempelajari benda kecil dengan menggunakan alatini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudahterlihat oleh mata.
Posted by: Qiqi on: 17 Oktober, 2008
•    In: Laporan
•    Comment!

mikrobiologi isolasi


isolasi bakteri
Posted on Juni 18, 2011 by monruw
Bakteri adalah domain yang terdiri dari makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti (prokariota). Bakteri dulu terbagi menjadi Bacteria dan Archaebacteria, namun sekarang Archaebakteria memiliki domain sendiri yang disebut Archaea. Bakteri memiliki ciri-ciri antara lain tidak memiliki membran inti, tidak memiliki organel bermembran, memiliki dinding sel peptidoglikan, dan materi asam nukleatnya berupa plasmid (Postlethwait dan Hopson, 2006).
Bakteri memiliki beragam variasi bentuk, seperti coccus, basil, dan spiral. Bakteri dapat hidup soliter maupun berkoloni dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Bakteri memiliki  habitat yang bervariasi, dari air, tanah, udara, hingga dalam tubuh hewan, misalnya dalam usus manusia. Bakteri ada yang dapat hidup secara anaerob murni dan akan mati dengan adanya oksigen, ada yang bersifat aerob dan memerlukan oksigen untuk metabolismenya, dan ada yang bersifar aerob fakultatif yaitu dapat hidup pada kondisi anaerob, tapi bila ada oksigen, metabolismenya bersifat aerob  (Betsy dan Keogh. 2005).
Bakteri secara genetis diklasifikasikan menjadi 5 grup besar, yaitu Proteobacteria, Cyanobacteria, Spirocheta, Chlamydia, dan Firmicuta. Proteobacteria merupakan grup bakteri terbesar dan merupakan asal usul mitokondria pada eukariota dengan proses endosimbiosis. Cyanobacteria merupakan grup bakteri yang memiliki klorofil dan dapat berfotosintesis. Spirocheta adalah kumpulan bakteri yang berbentuk spiral. Chlamydia adalah bakteri dengan ukuran yang relatif kecil dibanding grup lain dan umum hidup sebagai parasit. Firmicuta adalah bakteri yang umum memproduksi endspora (Purves dan Sadava, 2003).
Isolasi bakteri adalah proses mengambil bakteri dari medium atau lingkungan asalnya dan menumbuhkannya di medium buatan sehingga diperoleh biakan yang murni. Bakteri dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya harus menggunakan prosedur aseptik. Aseptik berarti bebas dari sepsis, yaitu kondisi terkontaminasi karena mikroorganisme lain. Teknik aseptik ini sangat penting bila bekerja dengan bakteri. Beberapa alat yang digunakan untuk menjalankan prosedur ini adalah bunsen dan laminar air flow Bila tidak dijalankan dengan tepat, ada kemungkinan kontaminasi oleh miroorganisme lain sehingga akan mengganggu hasil yang diharapkan. Teknik aseptik juga melindungi laboran dari kontaminasi bakteri (Singleton dan Sainsbury, 2006).
Bakteri di alam umumnya tumbuh dalam populasi yang terdiri dari berbagai spesies. Oleh karena itu, untuk mendapatkan biakan murni, sumber bakteri harus diperlakukan dengan pengenceran agar didapat hanya 100-200 bakteri yang ditransfer ke medium, sehingga dapat tumbuh menjadi koloni yang berasal dari bakteri tunggal.Ada beberapa metode untuk menginokulasi bakteri sesuai dengan jenis medium tujuannya. Pada medium agar tegak, dilakukan metode tusuk menggunakan jarum ose. Pada medium agar miring, dilakukan metode gores dengan menggunakan loop ose. Pada medium petridisk, dapat digunakan metode streak plate (metode gores), pour plate (metode tuang) atau spread plate (metode sebar) Setelah inokulasi, dilakukan proses inkubasi, yaitu menyimpan medium pada alat atau kontainer ada temperatur tertentu dan periode tertentu, sehingga tercipta lingkungan yang menyediakan kondisi cocok untuk pertumbuhan bakteri.  (Harley dan Presscot, 2002).
Metode gores atau streak plate menggunakan loop ose dan menggoreskannya ke permukaan medium agar dengan pola tertentu dengan harapan pada ujung goresan, hanya sel-sel bakteri tunggal yang terlepas dari ose dan menempel ke medium. Sel-sel bakteri tunggal ini akan membentuk koloni tunggal yang kemudian dapat dipindahkan ke medium selanjutnya agar didapatkan biakan murni.
Metode tuang atau pour plate dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan mencampur suspensi bakteri dengan medium agar pada suhu 50ºC kemudian menuangkannya pada petridisk atau dengan menyemprotkan suspensi pada dasar petridisk, kemudian menuang medium agar keatasnya dan diaduk. Setelah agar mengeras, bakteri akan berada pada tempatnya masing-masing dan diharapkan bakteri tidak mengelompok sehingga terbentuk koloni tunggal.
Metode sebar atau spread plate dilakukan dengan menyemprotkan suspensi ke atas medium agar kemudian menyebarkannya secara merata dengan trigalski. Dengan ini diharapkan bakteri terpisah secara individual, kemudian dapat tumbuh menjadi koloni tunggal.
Metode pemaparan pada udara terbuka adalah metode untuk mengisolasi bakteri udara. Metode ini sangat simpel, yaitu dengan memaparkan medium pada udara terbuka, dengan harapan ada bakteri yang menempel dan kemudian akan tumbuh menjadi koloni.
Betsy dan Keogh. 2005. Microbiology Demystifed. McGraw-Hill Publisher. USA.
Harley dan Presscot. 2002. Laboratory Exercise in Microbiology. McGraw-Hill Publisher. USA.
Postlethwait dan Hopson. 2006. Modern Biology. Holt, Rinehart and Winston. Texas.
Purves dan Sadava. 2003. Life The Science of Biology 7th Edition. Sinauer Associates Inc. New York.
Singleton dan Sainsbury. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology 3rd Edition. John Wiley and Sons. Sussex, England.
Be the first to like this.
Catatan ini telah ditulis dalam mikrobiologi, Uncategorized dan di-tag dengan isolasi bakteri, pour plate, spread plate, streak plate. Penunjuk permalink.